Nasib Pusat Perbelanjaan Kian Kelam Menjelang Akhir Tahun

Nasib Pusat Perbelanjaan Kian Kelam Menjelang Akhir Tahun

Nasib Pusat Perbelanjaan Kian Kelam Menjelang Akhir Tahun

Nasib Pusat Perbelanjaan Kian Kelam Menjelang Akhir Tahun – Eceran atau disebut pula ritel (retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini di sebut pula sebagai pengecer.

Pada praktiknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian di jual kembali dalam jumlah kecil.

Nasib pusat perbelanjaan di perkirakan akan terus memburuk hingga akhir tahun 2020. Penurunan ini tidak lain di sebabkan dampak poker deposit pulsa 10000 virus corona yang bahkan membuat sejumlah pusat perbelanjaan di tutup sementara.

1. Nasib ritel atau mal di luar Jakarta lebih parah

Ferry mengatakan tingkat hunian untuk ritel atau mal di luar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) bisa lebih buruk nasibnya. Ia menyebut tingkat hunian mal di Bodetabek paling rendah bisa menyentuh 75 persen.

“Kalau dari pasokan 2020 tahunan, di Jakarta dan paling banyak di Bodetabek. Di Jakarta penutupan lumayan, tapi ini berlaku di Jabodetabek,” katanya.

Namun ia menambahkan angka ini di sebutnya bisa terkoreksi karena masih ada waktu sembilan bulan lagi.

2. Penundaan pembukaan mal baru

Ferry juga melihat ada tanda-tanda akan tertundanya pembukaan mal. Hal ini imbas penundaan pekerjaan konstruksi termasuk jadwal operasi, terutama untuk mal-mal yang di perkirakan beroperasi setelah 2020. Saat ini, ada 11 proyek mal yang akan beroperasi di 2020, tujuh di antaranya di luar Jakarta.

“Penundaan opening (mal baru) itu bisa terjadi kalau mereka melihat kondisinya tidak terlalu baik. Mal yang ada tutup, gimana dia bisa buka mal yang baru,” ujar Ferry.

3. Permasalahan tarif sewa

Tarif sewa ritel juga menjadi perhatian. Pada Q1 2020 asking price atau tarif permintaan sudah turun. Artinya, dalam rata-rata harga aktual bisa turun lebih dalam lagi. Ferry menyebut meski secara grafik ada kenaikan tarif sewa, ini di karenakan karena ada mal yang baru akan beroperasi.

“Mereka dari awal sudah menentukan kira-kira tarif sewa sekian di mana tarif sewa lebih tinggi di banding mal sebelumnya. Karena rata-rata tarif di atas rata-rata pasar,” katanya memaparkan.

Sejumlah pengelola mal di sebutnya telah mendapat surat permohonan penundaan pembayaran sewa dari para retailer. Hal ini di nilai juga merepotkan pemilik mal karena mereka punya kewajiban membayar investasi.

Comments are closed.