5 Alasan Sosial Bahwa Masalah akan Tetap Ada di Kehidupan Kita

5 Alasan Sosial Bahwa Masalah akan Tetap Ada di Kehidupan Kita

5 Alasan Sosial Bahwa Masalah akan Tetap Ada di Kehidupan Kita

Pagi yang begitu cerah akan berganti malam dengan kegelapannya yang sungguh menyeramkan, nih. Begitu juga dengan suatu kehidupan, akan selalu ada yang namanya kenikmatan hidup serta permasalahan hidup. Keduanya adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa untuk di pisahkan.

Seorang manusia berhak mendapatkan keberkahan tetapi ia juga wajib memperoleh suatu masalah. Karena masalah hidup akan selalu ada meski tak di inginkan, maka seseorang mau atau tidak mau harus menghadapinya. Di lansir dari laman cal-graf.com, untuk mendukung hal tersebut simak penjelasan di bawah ini, ya.

1. Masalah sebagai risiko dari hidup bermasyarakat

Di kutip dari laman IDN Poker Versi Lama, kehidupan bermasyarakat merupakan situasi dan kondisi di mana seseorang hidup berdampingan dengan berbagai macam kelompok manusia, nih. Yang mana kelompok-kelompok itu terbentuk atas suatu kesamaan, misalnya saja kesamaan agama, ras, dan suku. Nah, pastinya kelompok-kelompok tersebut memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Lebih lanjutnya, setiap kelompok yang ada memiliki nilai yang di jadikan pedoman hidup kelompoknya, nih. Nilai-nilai itu menjadi batasan baik dan buruknya suatu perbuatan, ya. Maka, ketika berbagai macam kelompok hidup berdampingan bukan mustahil akan menciptakan suatu masalah.

2. Konflik muncul dari kehidupan bersama kelompok sosial

Nah, tak hanya lingkup kehidupan bermasyarakat secara luas yang mampu memicu hadirnya permasalahan. Kelompok sosial yang terbentuk atas suatu kesamaan juga bisa jadi pemicu munculnya masalah hidup, lho.

Kesamaan dalam kelompok terbentuk dari konstruksi pemikiran manusia yang membuatnya menginginkan terbentuknya kelompok atas hal itu. Maka, saat terjadi perbedaan, artinya itu di luar kendali sang manusia sebagai bagaian dari kelompoknya. Misalnya saja, antar pebisnis yang memiliki kesamaan tujuan lalu membentuk kelompok, maka bisa saja di tengah perjalanannya muncul perbedaan pandangan. Perbedaan yang tak mampu tertoleransi memicu masalah internal dalam kelompok, ya.

3. Masalah sebagai akibat terjadinya interaksi sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok. Dengan adanya interaksi setiap pihak yang ada di dalamnya menjadi saling memahami satu sama lainnya, nih. Di mana lanjutnya dari hal tersebut mampu mewujudkan suatu interaksi yang makin intens antara kedua belah pihak. Adanya interaksi intens inilah yang menjadi pemicu kemunculan dari suatu perbedaan. Sehingga hasil akhirnya perbedaan-perbedaan yang hadir bisa menimbulkan adanya masalah hidup.

4. Masalah sebagai aktualisasi manusia sosial

Rasanya sejak dahulu sudah belajar makna dari manusia sosial, ya. Yang mana manusia sosial terdefinisi sebagai hubungan antar manusia yang saling bergantung satu sama lain, nih. Dari hal tersebut memiliki arti bahwa setiap manusia tak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Namun, adanya perbedaan kepentingan mampu membuat makna manusia sosial jadi sedikit bergeser. Bahkan berubah menjadi suatu permasalahan bagi salah satu pihak, nih.

Misalnya saja sebagai bagian dari manusia sosial maka seseorang tak hanya mau di bantu tetapi juga harus membantu. Akan tetapi pada kenyataannya saat seseorang itu sudah membantu lalu ia sedang membutuhkan bantuan tetapi tak ada orang lain yang membantu maka terjadilah ketimpangan makna dari manusia sosial. Nah, kegagalan perwujudan makna dari manusia sosial inilah yang menyebabkan hadirnya masalah hidup.

5. Terdapat keterbatasan akses

Dalam teori anomie di jelaskan bahwa setiap orang menginginkan adanya kesuksesan dalam hidupnya. Akan tetapi pada kenyataannya cara-cara yang sah untuk mendapatkan kesuksesan itu terbatas. Sehingga banyak orang yang mendapatkan kesuksesan dengan cara menyimpang atau melakukan kejahatan.

Pada awalnya masalah yang muncul yakni keterbatasan akses untuk orang-orang tertentu memperoleh kesuksesan. Namun, kelanjutan dari hal tersebut mampu merugikan pihak-pihak lainnya sehingga bukan hanya menjadi masalah internal tetapi juga masalah eksternal bahkan sosial. Misalnya saja seseorang yang ingin kaya, akan tetapi karena ia berasal dari ekonomi yang rendah maka tak mampu mengakses bangku sekolah. Sehingga untuk mewujudkan tujuannya menjadi kaya secara instan, ia melakukan tindak kejahatan berupa pencurian.

Comments are closed.