Cara Menghemat Uang Belanja Ala Millennial

Cara Menghemat Uang Belanja Ala Millennial

Cara Menghemat Uang Belanja Ala Millennial, Coba Yuk!

Cara Menghemat Uang Belanja Ala Millennial – Terlepas dari usia, latar belakang pekerjaan, atau gender, tentu semua orang ingin memiliki tabungan yang kian bertambah. Namun, tak bisa dipungkiri juga kalau yang namanya hemat itu memang bukan perkara gampang.

Disadari atau tidak, sebagian besar penghasilan habis karena belanja bulanan. Tak hanya belanja bahan makanan, kini pulsa dan kuota internet menjadi pengeluaran terbesar karena digunakan untuk bertahan hidup. Bagaimana pun, millennial dan gen Z gak bisa hidup tanpa internet.

Nah, agar gajimu bisa tersisa lebih banyak, kamu harus pintar-pintar mengelola keuanganmu. Gimana sih caranya? Yuk, simak woodcraftunfinishedfurniture.com di bawah ini!

Belanjakan dengan bijaksana 

Ketika waktu gajian tiba, kamu bisa langsung memindahkan gajimu untuk tabungan. Gak perlu banyak, yang penting rutin menabung. Bayar cicilan dan tagihan rutin, seperti listrik dan air. Kemudian belanjakan uangmu menurut skala prioritas yang telah dibuat.

Nah, agar lebih hemat dalam membeli pulsa dan kuota internet, pilihlah provider yang memberikan informasi detail tanpa ketentuan ambigu sehingga gak ada tambahan biaya dan kuota yang gak terpakai.

By.U merupakan layanan selular prabayar digital yang memberikan fleksibilitas #SemuanyaSemaunya jadi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Tinggal tambahkan topping Instagram atau YouTube dengan harga lebih murah.

Pilih waktu yang tepat untuk berbelanja 

Biasanya swalayan akan memberi banyak diskon pada tanggal 25 hingga 31, pilihlah untuk berbelanja pada tanggal tersebut. Kalau kamu gemar belanja online tunggu pada tanggal 1 bulan 1, tanggal 2 bulan 2, dst. Lumayan lho, bisa dapat free ongkos kirim dan cashback!

Di masa pandemi COVID-19 ini juga sebaiknya kamu di rumah aja. Tenang, kartu perdana By.U bisa diantar ke rumahmu dan free ongkos kirim, lho! Layanan digital ByU lengkap, dapat diatur #SemuanyaSemaunya. Semua bisa dilakukan melalui jari tanganmu, tanpa antri, dan tanpa ribet. Wah, By.U memang sim card millennial ya!

Rasanya, Uang Jajan atau Uang Gajian Seolah Hanya ‘Numpang Lewat’ Tiap Bulan

Buat skala prioritas 

Sebelum gajian, biasakan untuk membuat daftar kebutuhan apa saja yang harus dibeli dan segera dibayarkan. Kamu bisa menggunakan Google Sheet atau apilkasi lain untuk mempermudah pencatatanmu.

Jika sudah dibuat, urutkan berdasarkan skala prioritas, mana yang wajib dipenuhi dan mana yang bisa ditunda atau bahkan tidak perlu dibeli. Jangan lupa, sisihkan dana di awal bulan untuk tabungan ya!

Utamakan untuk belanja bahan makanan yang memiliki daya tahan cukup lama agar gak perlu sering ke swalayan misalnya sarden, nugget, susu bubuk, dan mie instan. Untuk buah dan sayur, kamu bisa berbelanja di pasar tradisional karena harganya jauh lebih miring dibandingkan swalayan.

Utamakan fungsi daripada merek

Keberhasilan perusahaan mengembangkan merek akan membuat produk tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Nah, kamu gak perlu membeli kebutuhan sehari-hari dengan merek terkenal, fokuslah pada fungsi produk tersebut.

Jika fungsinya sama, tetapi harganya lebih murah, beli saja produk yang lebih murah. Misalnya membeli minyak goreng dan tisu dengan merek yang tidak terkenal atau sedang diskon besar.

Ingat ketika gaji masih sedikit, kamu juga bisa bertahan hidup

Kenaikan gaji yang kamu dapatkan gak harus diimbangi kenaikan gaya hidup. Ingat kembali beberapa tahun lalu gaji masih Rp5 juta, kamu bisa bertahan hidup dengan Rp4 juta, kemudian Rp1 juta ditabung. Nah, ketika sekarang gajimu sudah naik menjadi Rp8 juta, kenapa tabunganmu masih tetap Rp1 juta dan kebutuhanmu melonjak menjadi Rp7 juta?

Hal bijak ketika naik gaji adalah tetaplah bersikap sederhana, memertahankan gaya hidup seperti dulu, dan fokus menambah jumlah tabungan. Logikanya, kamu bisa bertahan hidup dengan gajimu dulu yang sedikit, bukan?

Itulah cara hemat uang belanja agar uang belanja lebih irit. Mudah untuk diterapkan, bukan?

Comments are closed.