Empat Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Empat Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Empat Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Mungkin bagimu ngobrol sama teman itu hal yang biasa. Hampir setiap kali bertemu kalian juga berbincang asik, kok. Tapi obrolan antar kawan ini bisa berakhir bencana, kalau kamu gak pintar menjaga sikap. Misalnya ketika temanmu sedang ngomong serius, tapi kamu malah menanggapinya dengan kelima cara di bawah ini.

Memang kamu gak ada niat buruk sama sekali. Namun nyatanya, tindakanmu ini justru membuat temanmu merasa sedang di remehkan, lho. Nah, gimana tuh? Makanya biar gak sampai kejadian lagi, ada baiknya kamu simak dulu apa saja cara salah menanggapi cerita teman yang di maksud. Di lansir dari laman cal-graf.com, berikut uraiannya.

1. Saat dia lagi cerita kamu malah fokus dengan HP atau hal lain di sekelilingmu

Di kutip dari Agen Club38, namanya juga orang lagi bercerita, ya penginnya di dengar dan di perhatikan, dong. Eh malah kamu asik sendiri main HP dan mengedarkan pandanganmu ke sekeliling. Bukannya fokus menyimak apa yang dia sampaikan. Iya, sih memang lama-lama bosan juga mendengarkan cerita orang yang gak ada ujungnya.

Tapi bukan begini juga cara protesnya. Kan, bisa kamu sampaikan dengan halus, kalau seharusnya dia ceritakan intinya saja. Wajar, dong temanmu marah melihat kamu asik sendiri begini, padahal apa yang dia katakan itu penting bukan sekadar basa-basi.

2. Beberapa kali kamu suka memintanya mengulang bagian yang terlewatkan

Akibat gak menyimak dengan baik, alhasil kamu sering memintanya untuk mengulang bagian yang tadi terlewatkan. Maksudnya biar kalau nanti di tanya pendapat, kamu gak kebingungan gitu. Tapi masa iya, sedari tadi temanmu sudah ngomong panjang lebar, masih harus mengulang lagi dari awal?

Ini, sih kelihatan banget kalau kamu gak memperhatikan kata-katanya. Coba bayangkan apa yang di pikirkan olehnya saat ini? Praktis, temanmu ini akan menganggap kamu gak menghargainya sama sekali, lho.

3. Belum juga dia selesai ngomong kamu sudah main tebak-tebakan

Maksud hati kamu ingin terlihat antusias dengan menebak-nebak arah pembicaraannya. Kalau betul, sih masih mending, ya. Tapi jika tebakanmu keliru, bukan hanya merasa di sela temanmu juga bakal berpikir kamu gak mau mendengarkan dulu penjelasannya.

Ingat, ya kamu bukan “orang pintar” yang bisa membaca pikiran orang. Apa beratnya, sih menyimak dulu cerita temanmu itu. Baru, deh kalau dia sudah selesai giliranmu untuk memberikan tanggapan.

4. Di tengah-tengah cerita kamu malah menyisipkan curhatan pribadimu sendiri

Cara yang satu ini gak jauh beda dengan poin sebelumnya. Ya, memang kamu gak berusaha menebak-nebak jalan ceritanya, tapi lebih parah mengganti kisah dia dengan curhatanmu sendiri. Jadi di tengah-tengah temanmu sedang bercerita, eh kamu malah menyisipkan kisah pribadimu.

Karena merasa apa yang dia beberkan itu sama dengan yang tengah kamu alami akhir-akhir ini. Maksudnya, sih biar bisa sekalian sharing gitu. Tapi caranya bukan begitu juga, dong. Biarkan temanmu menyelesaikan ceritanya dulu, baru nanti gantian, giliran kamu yang curhat.

Comments are closed.