Komunitas De Batoean Sulap Irigasi Subak Jadi Tempat Rekreasi

Komunitas De Batoean Sulap Irigasi Subak Jadi Tempat Rekreasi

Komunitas De Batoean Sulap Irigasi Subak Jadi Tempat Rekreasi

Komunitas De Batoean Sulap Irigasi Subak Jadi Tempat Rekreasi – Komunitas De’Batoean terdiri dari lima kelian dusun di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar,membenahi aliran pengairan menjadiaknya tempat untuk rekreasi.

Saluran air yang tadinya dipenuhi dengan rumput , jebol, dan penuh sampah itu, saat ini menjadi bersih dan ada sekitar 2000 ekor ikan di dalamnya.

kelima anggota komunitas tersebut terdiri dari Kelian Dusun / Dinas Banjar Pekandelan Wayan Diana, Kelian Banjar Dlodtunon Yande Adi Parwata, Kelian Banjar Geriya Ida Bagus Nyoman Sartika, Kelian Banjar Gede Dewa Ketut Mardiana, dan Kelian Banjar Lantangidung Kadek Wiradana.

Ditemui Senin, Wayan Diana menyampaikan komunitas ini telah berproses sejak November 2019. Berawal dari menyikapi komunitas yang terkait dengan sampah pada saluran pertanian.

Hampir menjadi masalah antar banjar karena saling bertentangan. “Awalnya kami pasang sekat, begitu ada sampah yang terjaring langsung diangkut,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, sampah yang mengakibatkan memunculnya bau dan kumuh semakin berkurang. Sampai akhirnya menggugah pihak swasta yaitu pemilik Roemah Daun untuk menebar benih ikan.

“Saat itu saluran belum rapi, masih ada beberapa sisi yang jebol. Kami disuport oleh Ibu Elizabeth Suly, pemilik Roemah Daun, ”katanya.

Kemudian sejak itu, warga lokal senang membenahi telajakan yang menjadi taman depan rumah masing-masing. Terlebih dalam situasi pendemi Covid-19, banyak pekerja lokal yang pilangkan.

“Warga iuran untuk beli batako, ada juga yang sumbang pasir atau semen. Kami mendapat royong secara swadaya, ”kata Diana yang juga pelukis gaya Batuan ini.

Kini mengalir sekitar 800an meter ini tampak asri. Dihiasi tanaman bunga, patung kodok, bangau dan hiasan lampu yang menyala otomatis mulai pukul 18.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita.

Jenis ikan yang sekarang menghuni aliran bebas, Nila Merah, Kaper, Bawal, dan Patin.

Proyeksi ke depan, penataan saluran perkebunan ini bisa menjadi tempat tujuan wisata kuliner. Sebab di sepanjang aliran akan banyak gerobak-gerobak yang menjual makanan atau minuman.

“Kami ingin memulai ekonomi. Warga yang mau menjual, akan disediakan semacam gerobak atau rombong, ”imbuhnya.

Sementara saat ini, Komunitas ini sudah membangun Kedai De’Toekad menyediakan beberapa tenda dan kursi. Pengunjung yang datang pun dipastikan puas dapat foto-foto sambil bersantai. “Baru diupacarai beberapa hari yang lalu. Kami masih menyiapkan menu dan menyiapkan yang lain, ”ungkapnya.

Perbekel Batuan Ari Anggara mengapresiasi kolaborasi jajarannya dalam hal pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat termasuk penguatan ekonomi.

“Kami dari Desa sangat senang, sudah ada kepedulian dari masyarakat. Secara anggaran kami tidak banyak membantu, ini murni swadaya masyarakat disuport pihak Swasta, ”katanya.

Diterangkan, cari tahu dan pembudidayaan ikan ini juga telah ditinjau oleh Dinas Perikanan Kabupaten Gianyar, kemarin.

“Ya tadi ada kunjungan dari Dinas Perikanan Gianyar, dalam rangka proses perbaikan pembenihan ikan di aliran tersebut,” jelasnya. terlihat hadir juga saat kunjungan, anggota DPRD Kabupaten Gianyar Dapil Sukawati, asal Desa Batuan Putu Gede Pebriantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *