Pengelola Tempat Wisata Yakinkan Pemkot Soal Protokol Kesehatan

Pengelola Tempat Wisata Yakinkan Pemkot Soal Protokol Kesehatan

Pengelola Tempat Wisata Yakinkan Pemkot Soal Protokol Kesehatan

Pengelola Tempat Wisata Yakinkan Pemkot Soal Protokol Kesehatan . Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari meminta pihaknya masih menunggu permohonan dari sejumlah tempat wisata di kota Bandung untuk membuka kembali usahanya.

“Kami tinggal menunggu permohonan dari Karang Setra, Kebun Binatang, dan Taman Lalu Lintas. Tentang persiapan mereka untuk protokol kesehatan di tempat wisata.Kami juga harus ada yang percaya bahwa mereka benar-benar bisa meminta protokol kesehatan, ”ungkapnya saat di udara di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu.

“Karena Bandung ini di zona kuning sehingga masih dapat dikunjungi pengunjung hingga 30%. Jadi nanti tinggal manajer saja siapkan shift seperti apa yang maksimal seperti apa pengunjung itu, ”kata dia.“Untuk para wisatawan yang berkunjung terlebih dahulu agar datang ke tempat wisata tidak perlu memutar balik karena jumlah pengunjung yang sudah lebih dari 30 persen,” katanya saat On Air di News Channel, Sabtu.

Sebagai salah satu upaya penegasan jumlah pengunjung maksimal, Sri menyatakan pengelola tempat wisata akan meminta sistem buka tutup gerbang.

“Jadi jumlah pengunjung sudah 30 persen dari daya tampung maksimal, pengelola tempat wisata akan tutup gerbang masuk dan akan dibuka kembali jika wisatawan yang ada di tempat wisata akan keluar,” jelasnya.

Kawasan Wisata di KBB Kembali Buka

Sementara untuk hotel, restoran dan kafe, jumlah pengunjung maksimal dilonggarkan hingga 50 persen. “Bagi hotel dan kafe, jumlah pengunjung boleh 50 persen dari daya tambung maksimal.Kami sudah membuat aturan ketat bersama pengelola tempat wisata, hotel, dan kafe di KBB, Mohon wisatawan untuk melampirkan protokol kesehatan bersama-sama cegah potensi transportasi Covid-19, ”pungkas Sri.

“Selain mengatur tempat wisata, kami juga mengunjungi pengunjung untuk menggunakan protokol kesehatan, pakai masker, pembersih tangan biasa, jaga jarak, sering bersih-bersih tangan menggunakan sabun. Itu juga kami harapkan dari para pengunjung, ”jelas Kenny.

Terkait dengan tempat wisata udara, Kenny mengatakan harus ada pemeliharaan udara secara rutin. Di samping itu, pengelola pun harus mengikuti seluruh standar yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). “Ketika nanti terjadi ada standar yang tidak dilakukan, maka akan ditutup kembali,”.

“Untuk pemeliharaan air kolam renang harus dilakukan secara rutin. Itu kan ada obatnya juga untuk di kolam renang itu. Nanti ada standar juga dari KONI atau Dispora mungkin untuk kolam ini, ”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *