Tempat Wisata Bali Jadi Tempat Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Bali Jadi Tempat Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Bali Jadi Tempat Yang Wajib di Kunjungi

052775700 1455615743 16022016 mata air temeling - Tempat Wisata Bali Jadi Tempat Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Bali Jadi Tempat Yang Wajib di Kunjungi – Bali murah kini justru menjadi daya tarik wisatawan. Tidak hanya wisatawan negeri tetapi juga wisatawan mancanegara. Sesuatu yang masih asri dan alami tentu dapat memikat siapa saja yang menjumpainya. Tidak hanya kaya akan keindahan alam tetapi Bali juga sangat terkenal dengan keindahan budayanya.

Di kota Bali mungkin akan lebih sulit untuk menjumpai tempat wisata Bali murah. Kebanyakan dari pariwisata di kota sudah dikuasai oleh para pemilik modal yang menginginkan keuntungan, dan tempat ini tidak bisa menjadi pilihan jika budget traveling tidak terlalu banyak.

Masih ada banyak sekali tempat yang indah. Tidak melulu di daerah pegunungan yang konon katanya masih pelosok. Tetapi di daerah pesisir pantai juga masih banyak yang bersih, indah, dan murah. Pariwisata di Bali memang menakjubkan sekali, bahkan ikon Indonesia kini lebih banyak dikenal karena Pulau Balinya. Maka jangan heran jika kini tempat wisata Bali murah semakin sedikit.

Jika membicarakan tempat wisata Bali murah, tentu tidak lengkap jika tidak membicarakan kuliner khasnya. Namun tidak perlu khawatir, masyarakat Bali ini orangnya ramah-ramah sekali. Jika ingin mencicipi makanan khas dengan olahan ikan segar, tujuannya harus pesisir pantai. Tetapi jika ingin mencicipi makanan khas dengan olahan sehari-hari, tujuannya harus pegunungan. Karena masyarakat pegunungan ini lebih kental adat dan budayanya jika dibandingan dengan orang-orang di pesisir pantai.

Pelaku bisnis industri pariwisata memandang perubahan tren di Bali saat pandemi virus corona (Covid-19). Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, tren itu adalah klaster wisata dan protokol kesehatan.

“Strategi menggunakan klaster, misalnya Nusa Dua dibuka, jadi seperti karantina kawasan,” katanya saat sesi bincang-bincang dalam seminar daring.

Adnyana menjelaskan, dengan sistem klaster itu wisatawan tetap bisa menikmati pelesiran, tapi hanya di area tertentu saja. Menurut dia, cara itu setidaknya untuk menguji kesiapan pariwisata dalam situasi pandemi sekarang ini.

Kalau itu berhasil, dicoba untuk tempat lain. Karena, enggak ada teori yang pasti tentang ini,” ujarnya.

Ketika pariwisata Bali memasuki babak baru dalam pandemi, Adnyana ingin aspek kesehatan diutamakan. Hal itu, kata dia, berkaitan juga dengan kesan tentang Bali. Menurut dia, strategi klaster dianggap bisa diterapkan bersamaan dengan protokol pencegahan Covid-19.

“Kami sedang persiapan, stakeholder (pemangku kepentingan) sudah menyetor protokol masing-masing,” katanya. Saat ini, ia menambahkan terkait protokol itu masih dalam proses. “Mudah-mudahan setelah Lebaran sudah siap semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pembayaran non-tunai juga menjadi bagian babak baru pariwisata. “Menggunakan berbagai macam pembayaran e-commerce (perdagangan elektronik), semua harus ada yang audit. Kami tinggal menunggu persiapan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *